For the Bride

Posted: October 1, 2010 in Intermezo

Suami yang kamu nikahi,

tidaklah semulia Muhammad saw,

tidaklah setaqwa Ibrahim as,

pun tidak setabah Ayub as.

Justru suami hanyalah pria akhir jaman,

yang punya cita cita membangun keturunan yang sholeh.

Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita kewajiban bersama.

Suami menjadi pelindung,

kamu penghuninya.

Suami adalah nahkoda kapal,

kamu navigatornya.

Suami bagaikan balita yang nakal,

kamu adalah penuntun kenakalannya.

Saat suami menjadi raja,

kamu menikmati anggur singgasananya.

Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawarnya.

Seandaimya suami masinis yang lancang,

sabarlah memperingatkannya.

Pernikahan atau perkawinan,

mengajarkan kita perlunya iman & taqwa.

Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah, SWT.

Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna dalam menjaga.

Pun bukan pula Hajar, yang begitu setia dalam sengsara.

Cuma wanita akhir jaman yang berusaha untuk setia…

Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s