RS232 Converter

Posted: October 2, 2010 in Electronics

RS232 ( Recommended Standard 232 ) merupakan sebuah interface standar pada komunikasi serial komputer. Interface secara serial lebih sulit dibandingkan dengan interface secara parallel. Dalam banyak kasus, beberapa alat yang dihubungkan dengan port serial akan membutuhkan pengubah transmisi serial ke parallel. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan Mikrokontroller keluarga MCS51. Kelebihan menggunakan transfer data serial daripada transfer data parallel antara lain :

  • Kabel serial dapat lebih panjang dibandingkan kabel parallel. Port serial mengirim -3 sampai -25 volt sebagai logic 1 dan +3 sampai +25 volt sebagai logic 0. Sedangkan port parallel mengirim 0 volt sebagai logic 0 dan 5 volt sebagai logic 1. Maka dari itu port serial memiliki ayunan maksimum ( maximum swing ) sebesar 50V, sedangkan port parallel memiliki ayunan maksimum sebesar 5V.
  • Pada transmisi data serial tidak dibutuhkan kabel sebanyak transmisi data parallel. Hal ini akan menekan biaya antar muka tiap peralatan yang dihubungkan.
  • Komunikasi serial hanya membutuhkan dua pin yaitu Transmit Data ( TxD ) dan Receive Data ( RxD ), sedangkan komunikasi secara parallel membutuhkan 8 pin jika digunakan metode 8 bit data parallel.

Dalam ketentuan RS232, level logika 1  ( Mark ) dinyatakan dengan tegangan antara –3 sampai –15 Volt dengan beban ( -25 Volt tanpa beban ), dan level logika 0 ( Space ) dinyatakan dengan tegangan antara +3 sampai +15 Volt dengan beban ( +25 Volt tanpa beban ). Mengingat komponen digital pada umumnya bekerja dengan sumber tegangan +5 Volt, dan level logika ‘0’ dinyatakan dengan tegangan antara 0 sampai 0,8 Volt dan level logika ‘1’ dinyatakan dengan tegangan 3,5 sampai 5 Volt, maka antara rangkaian digital dan saluran RS232 biasanya disisipkan IC ‘RS232-TTL Voltage Translator’. Standar RS232 juga membatasi maksimum slew rate pada output driver. Batasan ini dimaksudkan untuk membantu mengurangi kemungkinan cross-talk diantara sinyal yang berdekatan. Semakin kecil rise dan fall time, maka semakin kecil pula kemungkinan untuk terjadi cross-talk. Berdasarkan keadaan ini slew rate maksimum yang diizinkan adalah 30V/µs. Dan juga RS232 telah menentukan besar baud rate maksimum yaitu 20k bit / detik. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cross-talk. Impedansi antara driver dan receiver juga telah ditentukan. Beban pada driver dispesifikasikan sebesar 3kΩ sampai 7kΩ. Untuk daerah antara +3 dan -3 volt level logikanya tidak didefinisikan. Tegangan open circuit tidak boleh lebih dari 25 volt ( referensi terhadap ground ). Arus short circuit tidak boleh melebihi 500mA.

 Gambar 1. Spesifikasi Level Logic RS232

Dalam saluran RS232 level logika ditransmisikan sebagai perbedaan tegangan antara saluran dan Ground, cara semacam ini dikatakan sebagai unbalanced ( single-ended ) data  transmission ( transmisi data tidak imbang ). Unbalanced ( single-ended ) data transmission menggunakan single konduktor, dengan tegangan direferensikan terhadap sinyal ground ( common ) yang menunjukkan keadaan logic. Jika sinyal menerima gangguan derau listrik ( electrical noise ), bisa berakibat fatal pada penerima karena derau yang diterima bisa disalah tafsirkan sebagai sinyal digital.

            Saluran RS232 banyak dipakai untuk menghubungkan komputer dengan alat pendukungnya, misalnya komputer dengan printer, dan komputer dengan modem. Namun hubungan antara alat tidak lebih dari 50 feet (sekitar 16,4 meter).

Tabel 1. Spesifikasi RS232

Spesifikasi Keterangan
Mode operasi Single Ended
Jumlah Tx dan Rx yang diijinkan 1 Tx, 1Rx ( point to point )
Panjang kabel maksimum 50 feet
Data Rate maksimum 20 kbps
Range output driver minimum ±5V sampai ±15V
Range output driver maksimum ±25V
Impedansi pada Tx 3kΩ sampai 7kΩ
Sensitivitas input Rx ±3V
Range tegangan input Rx ±15V
Resistansi input Rx maksimum 3kΩ sampai 7kΩ
Receiver Threshold ±3V

 

Gambar 2. Aplikasi Typical RS232

 

Tabel 2. RS232 pada DB9

Nomor Pin Sinyal Deskripsi
1 DCD Data Carrier Detect
2 RD Receive Data
3 TD Transmit Data
4 DTR Data Terminal Ready
5 GND Signal Ground
6 DSR Data Set Ready
7 RTS Ready To Send
8 CTS Clear To Send
9 RI Ring Indicator

 

Gambar 3. Konektor DB9

Sinyal, Fungsi

DCD, Saat modem mendeteksi sinyal carrier dari modem ujung yang lain pada line telepon, maka line ini akan aktif.

RD, Sinyal ini dihasilkan DCE ( Data Circuit-Terminating Equipment ) dan diterima oleh DTE ( Data Terminal Equipment ).

TD, Sinyal ini dihasilkan DTE ( Data Terminal Equipment ) dan diterima oleh DCE ( Data Circuit-Terminating Equipment ).

DTR, Mengindikasikan kesiapan dari DTE. Sinyal ini ON oleh DTE saat siap untuk mengirim atau menerima data.

DSR, Mengindikasikan kesiapan dari DCE. Sinyal ini ON oleh DCE saat siap untuk mengirim atau menerima data.

RTS, Saat DTE siap untuk mengirim data ke DCE, RTS akan ON. Pada sistem simplex dan duplex, kondisi ini menunjukkan DCE pada mode receive. Pada sistem half-duplex, kondisi ini menunjukkan DCE pada mode transmit. Setelah RTS diaktifkan, DCE harus mengaktifkan CTS sebelum memulai komunikasi

CTS, Digunakan bersama dengan RTS untuk mengadakan handshaking antara DTE dan DCE. Setelah DCE menerima perintah RTS, hal ini menyebabkan CTS ON saat siap untuk memulai komunikasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s