IC MAX232

Posted: October 5, 2010 in Electronics

MAX232 merupakan salah satu jenis IC rangkaian antar muka dual RS-232 transmitter / receiver yang memenuhi semua spesifikasi standar EIA-232-E. IC MAX232 hanya membutuhkan power supply 5V ( single power supply ) sebagai catu. IC MAX232 di sini berfungsi untuk merubah level tegangan pada COM1 menjadi level tegangan TTL / CMOS. IC MAX232 terdiri atas tiga bagian yaitu dual charge-pump voltage converter, driver RS232, dan receiver RS232.

Gambar 1. Konfigurasi Pin IC MAX232

 Dual Charge-Pump Voltage Converter.

IC MAX232 memiliki dua charge-pump internal yang berfungsi untuk menkonversi tegangan +5V menjadi ±10V ( tanpa beban ) untuk operasi driver RS232. Konverter pertama menggunakan kapasitor C1 untuk menggandakan tegangan input +5V menjadi +10V saat C3 berada pada output V+. Konverter kedua menggunakan kapasitor C2 untuk merubah +10V menjadi -10V saat C4 berada pada output V-.

  • Driver RS232

Output ayunan tegangan ( voltage swing ) driver typical adalah ±8V. Nilai ini terjadi saat driver dibebani dengan beban nominal receiver RS232 sebesar 5kΩ atau Vcc = 5V. Input pada driver yang tidak digunakan bisa dibiarkan tidak terhubung kemana – mana. Hal ini dapat terjadi karena dalam kaki input driver IC MAX232 terdapat resistor pull-up sebesar 400kΩ  yang terhubung keVcc. Resistor pull-up mengakibatkan output driver yang tidak terpakai menjadi low karena semua output driver diinversikan.

  • Receiver RS232

EIA mendefinisikan level tegangan lebih dari 3V sebagai logic 0, berdasarkan hal tersebut semua receiver diinversikan. Input receiver dapat menahan tegangan input sampai dengan ±25V dan menyiapkan resistor terminasi input dengan nilai nominal 5k. Nilai input receiver hysteresis typical adalah 0,5V dengan nilai minimum 0,2V, dan nilai delay propogasi typicalnya adalah 600ns.

Gambar 2. Typical Operasi Rangkaian

 Gambar diatas merupakan typical operasi rangkaian  IC MAX232. Nilai C1, C2, C3, C4, dan C5 yang dianjurkan sebesar 1µF.

Comments
  1. myun says:

    terima kasih postingannya ya..
    salam kenal..
    kunjungi juga blog saya fakultas teknik unand

  2. unick says:

    bung…. klo pke 10uF emang ada pengaruh?? punya aku gak mau komunikasi niii…. ak pkenya C semua 10uF… trus cm pke 1 pasang tx rx ja…

    • real nya sih 1 uF bos.. klo gbr 2 itu gambar standar dari data sheet.. gua pernah pake 1 uF jalan.. pake satu pasang tx rx ga masalah.. yang mesti diperhatiin juga koneksi kabel.. jangan sampe kebalik..

  3. rizalsyah says:

    thanks banget atas informasinya

  4. arivh rowman says:

    kl ada tentang ATmega 128 dshare bro….

    krim lwat email jg ya kl bs..hehhehe

    thanks….

    lg butuh bnget nih soale….

  5. elsayulianto says:

    thanks ya mas

  6. sandy says:

    bos ada perhitunganya gk kenapa make capasitor segitu and knapa tgangan +5v bisa jadi +10v dan -10v

    • gw ga punya perhitungan nya.. karena si pabrikan ic sendiri ga menjelaskan itu.. semuanya langsung dijelaskan melalui data sheet tersebut.. untuk aplikasi gw pernah coba ganti sampe 10uF dan kinerja ic ga terlalu berubah..

  7. Duwi Saputra says:

    Terima kasih mas admin , saya mau nanya dong mas. Itu kalo di aplikasikan ke Rs232 nya langsung gimana ya mas? kalo bisa saya pingin tahu gimana gambar skematiknya dan juga penjelasannya. Makasih mas

  8. fajar says:

    thanks mas jimmy, atas informasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s