Fail-Save Biasing

Posted: October 7, 2010 in Electronics

Fail-save biasing mngakibatkan kondisi yang diketahui saat tidak ada driver yang aktif pada bus. Standar yang lain tidak berpengaruh dengan keadaan ini, karena standar lain tersebut didefinisikan sebagai bus point to point atau multidrop dimana hanya digunakan satu driver. Karena hanya ada satu sumber pada bus, maka bus akan off saat driver off. Disisi yang lain RS485 mendukung koneksi multiple driver pada bus. Oleh karena itu maka bus dalam kondisi aktif atau idle. Saat kondisi bus idle dimana tidak ada driver yang aktif, pertanyaan akan timbul pada keadaan bus. Apakah keadaan bus high, low, atau keadaan terakhir ?.

Dalam operasi fail-safe hanya dibutuhkan dua resistor tambahan. Pada salah satu ujung ( sebagai contoh, titik master ), hubungkan pull up ( Ra ) resistor dan pull down ( Rd ) resistor. Perlu diingat Ra dan Rd harus bernilai sama. Hal ini menyebabkan beban simetris untuk driver.

 Gambar 1. Pemasangan Fail-Save Biasing

 Susunan ini membentuk voltage divider sederhana pada bus saat tidak ada driver yang aktif. Pilih resistor yang membuat perbedaan paling sedikit 200mV diatara dua ( sepasang ) konduktor. Tegangan ini akan menempatkan receiver pada keadaan logic yang diketahui. Rumus dalam menentukan besar resistansi Ra ( pull up ), Rb ( terminasi ), Rc ( terminasi ), dan Rd ( pull down ) adalah:

  1. Rc // ( Ra + Rd ) = ZO
  2. Req = Rb // Rc
  3. Vfsb = VCC ( Req / ( Ra + Req + Rd ) )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s